banner 728x250

Sungai Cipasilian Tertutup Eceng Gondok Sepanjang 2 Kilometer, Kades Cirumpak Minta Penanganan

Kondisi sungai di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, dikhawatirkan menghambat aliran air saat hujan deras. Pemerintah daerah diminta segera melakukan peninjauan dan menentukan langkah penanganan.

Kondisi Sungai Cipasilian di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, yang dilaporkan tertutup eceng gondok sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu aliran air saat curah hujan tinggi.

KRONJO, VIKINEWS — Sungai Cipasilian yang melintasi Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, dilaporkan tertutup eceng gondok sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya aliran air, terutama ketika curah hujan tinggi pada musim penghujan.

Pertumbuhan eceng gondok yang menutupi permukaan sungai menjadi persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian. Kondisi tersebut perlu diperiksa untuk mengetahui sejauh mana tanaman air menghambat aliran sungai dan apakah terdapat faktor lain, seperti pendangkalan, yang dapat meningkatkan risiko luapan air.

Kepala Desa Cirumpak, H. Ridwan, meminta instansi terkait segera meninjau kondisi Sungai Cipasilian dan menentukan langkah penanganan sesuai hasil pemeriksaan lapangan.

“Kami berharap Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi Sungai Cipasilian. Sepanjang kurang lebih 2 kilometer aliran sungai tertutup eceng gondok. Kami khawatir, apabila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir saat curah hujan tinggi,” tegas H. Ridwan.

Menurutnya, penanganan perlu dipertimbangkan sebelum intensitas hujan meningkat. Pembersihan eceng gondok, pemeriksaan aliran sungai, serta evaluasi kemungkinan pendangkalan dinilai perlu dilakukan berdasarkan hasil peninjauan teknis.

Pemerintah Desa Cirumpak juga berharap adanya koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan perangkat daerah terkait agar penanganan dapat dilakukan secara terencana.

Pemeriksaan Sungai Diharapkan Segera Dilakukan

Kondisi Sungai Cipasilian perlu mendapat perhatian agar potensi gangguan aliran air dapat diketahui sejak dini. Pembersihan eceng gondok dan evaluasi kondisi sungai diharapkan tidak hanya dilakukan secara sementara, tetapi juga mempertimbangkan penyebab pertumbuhan tanaman air serta kondisi aliran sungai.

H. Ridwan menegaskan bahwa pemerintah desa berharap penanganan dilakukan sebelum masyarakat mengalami dampak yang lebih besar.

“Kami tidak ingin menunggu banjir datang baru dilakukan penanganan. Lebih baik kita bergerak sekarang, sebelum masyarakat merasakan dampak yang lebih besar. Sungai harus dijaga dan dipelihara bersama agar aliran air tetap lancar dan warga merasa lebih aman menghadapi musim hujan,” ujarnya.

Masyarakat berharap instansi yang berwenang segera melakukan peninjauan dan menindaklanjuti kondisi Sungai Cipasilian sesuai kebutuhan di lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran aliran sungai dan mengurangi risiko banjir di wilayah sekitar.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan mengenai hasil peninjauan teknis atau rencana penanganan dari instansi terkait. Ruang konfirmasi terbuka bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi dan rencana penanganan Sungai Cipasilian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *