TANGERANG MEDIA VIKINEWS – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Indonesia Power, PLTU Lontar memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih dan pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan biomassa serta penanaman mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Tangerang.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dua langkah strategis, yakni penerapan co-firing dengan memanfaatkan biomassa berupa serbuk gergaji (sawdust) sebagai bahan bakar pendamping batu bara dan penanaman ribuan bibit mangrove untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Sebagai pembangkit listrik berkapasitas 4 x 315 megawatt (MW), PLTU Lontar terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk mendukung operasional pembangkit yang lebih ramah lingkungan tanpa mengabaikan keandalan pasokan listrik.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap target transisi energi nasional dan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.
Pada sektor lingkungan, penanaman ribuan bibit mangrove dilakukan sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian kawasan pesisir Kabupaten Tangerang.
Mangrove memiliki peran penting dalam menyerap dan menyimpan karbon atau dikenal sebagai blue carbon. Selain membantu mengurangi dampak perubahan iklim, ekosistem mangrove berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi dan erosi serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota.
Sementara itu, dari sisi operasional, PLTU Lontar secara konsisten menerapkan program co-firing dengan memanfaatkan biomassa sawdust yang berasal dari hasil samping industri pengolahan kayu.
Penggunaan biomassa sebagai bahan bakar pendamping batu bara diharapkan dapat mengurangi konsumsi batu bara dan mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).
Pemanfaatan sawdust juga ditujukan untuk mendukung pengendalian emisi sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx). Karakteristik biomassa yang digunakan turut menjadi pertimbangan dalam proses pencampuran dan pembakaran agar operasional pembangkit tetap berjalan optimal.
Sinergi antara pemanfaatan biomassa dan pelestarian mangrove mencerminkan pendekatan keberlanjutan PLTU Lontar yang mencakup sektor operasional sekaligus perlindungan lingkungan.
Program-program tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab sebagai bagian dari penerapan GCG. Inisiatif ini juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta agenda dekarbonisasi nasional.
Melalui momentum HUT ke-31 Indonesia Power, PLTU Lontar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mengembangkan upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan serta mendukung terwujudnya sistem energi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Asep Jimi














