Selasa, 13 Okt 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Admin VikiNews pada berita kabupaten Tangerang
2 Jun 2026 14:11 - 2 menit reading

Proyek SPAL Desa Parahu Disorot, Diduga Abaikan K3 dan Kualitas Material Kurang Maksimal

TANGERANG VIKINEWS – Proyek pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang berlokasi di Kampung Parahu RT 06/01, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam dari aktivis pemerhati kebijakan publik dan infrastruktur. Proyek yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 ini diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta menggunakan material yang kurang maksimal. Selasa 02 Juni 2026
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi , kegiatan swakelola ini menelan anggaran sebesar Rp. 62.505.000 dengan volume sepanjang 130 meter.
Sorotan Aktivis Terkait K3 dan Kualitas Material
Sufyani, atau yang akrab disapa Prabu, selaku aktivis pemerhati pembangunan, angkat bicara mengenai pelaksanaan proyek ini. Menurutnya, ada beberapa poin krusial yang diabaikan oleh pihak pelaksana di lapangan.
Abaikan Standar K3: Berdasarkan pantauan langsung dan dokumentasi foto di lokasi kerja (IMG-20260522-WA0026.jpg), para pekerja terlihat melakukan aktivitas penggalian dan pemasangan batu tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Mereka tampak hanya menggunakan pakaian biasa, topi kain, bahkan tanpa alas kaki atau sepatu boots pelindung, serta tanpa sarung tangan.
Dugaan Material Kurang Maksimal: Selain masalah keselamatan kerja, kualitas pengerjaan dan material yang diaplikasikan pada saluran air tersebut juga diduga kurang maksimal, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi daya tahan dan umur ekonomis bangunan SPAL tersebut ke depannya.
“Pemerintah Desa seharusnya memberikan contoh yang baik dalam tata kelola pembangunan, termasuk pengawasan ketat terhadap keselamatan pekerja (K3) dan mutu material. Meskipun ini proyek swakelola, standarisasi tidak boleh ditawar-tawar karena ini menggunakan uang pajak masyarakat,” ujar Prabu dengan tegas.
Transparansi Anggaran di Lingkungan Sekolah
Meskipun papan informasi proyek telah dipasang di area terbuka tepat di depan sebuah bangunan sekolah – hal itu dinilai belum cukup jika tidak dibarengi dengan kualitas pengerjaan yang transparan dan akuntabel di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana swakelola maupun Pemerintah Desa Parahu belum memberikan pernyataan resmi atau klarifikasi lebih lanjut terkait dugaan kelalaian K3 dan kualitas material proyek SPAL senilai puluhan juta rupiah tersebut.
Masyarakat berharap pihak Kecamatan Sukamulya dan instansi terkait segera turun ke lapangan guna melakukan monitoring dan evaluasi agar uang negara tidak terbuang sia-sia.
Cimong 

Memuat berita JurnalisKeadilan...